Top Header Ad

Ranting Muslimat NU Podorukun Tutup Agenda Khataman Al-Qur’an & Shalat Tasbih

 

Ranting Muslimat NU Podorukun 

Podorukun – Ranting Muslimat NU Desa Podorukun melaksanakan kegiatan rutin Ramadhan berupa khataman Al-Qur’an dan shalat tasbih berjamaah. Kegiatan yang dilaksanakan setiap pekan selama bulan suci Ramadhan tersebut ditutup pada pekan terakhir Ramadhan dengan penuh khidmat Selasa 15 Maret 2026 di Masjid Al Mukarramah Podorukun Seponti.


Kegiatan ini diikuti oleh para anggota Muslimat NU setempat dan dipimpin oleh pengurus Ranting NU Podorukun, Bapak Pahori. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan tampak ketika para jamaah menyelesaikan khataman Al-Qur’an yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat tasbih secara berjamaah.


Ketua Ranting Muslimat NU Podorukun, Ibu Siti Mubassiroh, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat amaliyah ibadah di bulan Ramadhan.


“Kegiatan khataman Al-Qur’an dan shalat tasbih berjamaah ini menjadi sarana bagi kami untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, sekaligus mempererat ukhuwah di antara anggota Nahdlatul Ulama khususnya Muslimat NU di tingkat ranting,” ujarnya.


Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan pada bulan Ramadhan di tahun-tahun mendatang agar semangat beribadah dan kebersamaan di tengah masyarakat tetap terjaga.


Keutamaan membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an juga ditegaskan dalam sabda Rasulullah ﷺ:


مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا


Artinya: “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh.”

(HR. Tirmidzi, no. 2910)


Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga berfirman:


إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ


Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi.”

(QS. Fathir: 29)


Sementara itu, mengenai shalat tasbih, para ulama menyebutkan keutamaannya sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah bahwa Nabi ﷺ bersabda kepada Abbas bin Abdul Muththalib:


يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلَا أُعْطِيكَ أَلَا أَمْنَحُكَ أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ


Artinya: “Wahai Abbas, pamanku! Maukah aku memberimu, menghadiahkan kepadamu dan mengajarkan kepadamu sepuluh perkara yang jika engkau lakukan maka Allah akan mengampuni dosamu….” kemudian Rasulullah ﷺ mengajarkan shalat tasbih.

(HR. Abu Dawud no. 1297, Ibnu Majah no. 1387)


Ulama besar seperti Imam An-Nawawi juga menjelaskan bahwa shalat tasbih termasuk amalan yang dianjurkan. Dalam kitab Al-Adzkar beliau menyebutkan bahwa banyak ulama dari kalangan salaf yang mengamalkannya sebagai bentuk memperbanyak dzikir dan ibadah sunnah.


Dengan berakhirnya kegiatan pada pekan terakhir Ramadhan ini, para jamaah berharap segala amal ibadah yang telah dilakukan selama bulan suci dapat diterima oleh Allah SWT serta membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Podorukun.

Posting Komentar

Footer Ad

Footer Ad

Contact form