![]() |
| Ust. Abdul Aziz,S.Sos, M.E Katib Suriyah PCNU Kayong Utara |
Lima Rahasia Puasa Ramadhan
Oleh : Ust. Abdul Aziz,S.Sos,M.E (Katib Suriyah PCNU Kayong Utara)
Dalam kitabnya Al-Ibadah fil Islam, Syekh Yusuf Qardhawi menjelaskan bahwa puasa Ramadhan memiliki beberapa rahasia besar yang jika dipahami akan membuat seorang muslim merasakan kenikmatan ibadah puasa secara lebih mendalam.
1. Menguatkan Jiwa
Puasa melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsu. Banyak manusia yang hidupnya dikuasai oleh nafsu sehingga mengikuti keinginannya meskipun itu batil dan merugikan orang lain. Islam tidak memerintahkan membunuh nafsu, tetapi mengendalikannya.
Jika seseorang kalah dalam melawan hawa nafsu, maka ia bisa menjadikan nafsunya sebagai “tuhan” yang diikuti. Allah berfirman:
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya." (QS. Al-Jatsiyah: 23)
Dengan puasa, manusia belajar menahan diri sehingga jiwanya menjadi kuat. Orang yang berpuasa juga memiliki keistimewaan dalam doa, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
"Tiga golongan yang tidak ditolak doanya: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi." (HR. Tirmidzi)
2. Mendidik Kemauan
Puasa mendidik seseorang memiliki kemauan kuat dalam melakukan kebaikan, meskipun banyak godaan dan hambatan. Orang yang terbiasa berpuasa akan terlatih untuk bersabar dan tidak mudah menyerah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ
"Puasa adalah setengah dari kesabaran." (HR. Tirmidzi)
Kekuatan rohani yang lahir dari puasa membuat seorang muslim tidak sombong saat mendapat nikmat dan tidak putus asa ketika menghadapi kesulitan.
3. Menjaga Kesehatan Badan
Selain memberi kekuatan rohani, puasa juga memberi manfaat bagi kesehatan jasmani. Ketika berpuasa, sistem pencernaan mendapatkan waktu untuk beristirahat dari proses pengolahan makanan.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan pola makan yang seimbang:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
"Tidak ada wadah yang lebih buruk dipenuhi manusia selain perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suap untuk menegakkan tulangnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya." (HR. Tirmidzi)
4. Menyadari Nilai Kenikmatan
Puasa membuat manusia menyadari betapa besar nikmat Allah. Seringkali manusia tidak mensyukuri nikmat karena selalu merasa kurang. Namun ketika menahan lapar dan haus, barulah terasa betapa berharganya makanan dan minuman meskipun hanya sedikit.
Allah berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7)
Dengan puasa, seorang muslim belajar menjadi pribadi yang lebih bersyukur atas nikmat Allah.
5. Merasakan Penderitaan Orang Lain
Lapar dan haus yang dirasakan ketika puasa membuat kita memahami penderitaan orang-orang yang kekurangan. Dari sinilah tumbuh rasa empati dan solidaritas kepada sesama.
Karena itu, sebelum Ramadhan berakhir umat Islam diwajibkan menunaikan zakat agar dapat membantu orang-orang yang membutuhkan. Allah berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu engkau membersihkan dan menyucikan mereka, serta doakanlah mereka. Sesungguhnya doamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka." (QS. At-Taubah: 103)
Kesimpulannya, puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menguatkan jiwa, melatih kemauan, menyehatkan badan, menumbuhkan rasa syukur, serta menanamkan kepedulian terhadap sesama.
