Top Header Ad

Halal Bihalal Dalam Perspektif Islam

 

Halal Bihalal Pengasuh PP.Nurul Hasani 

Halal Bihalal Dalam Perspektif Islam

Oleh : Ust. Abdul Aziz, S.Sos.ME

Dalam kehidupan sosial, manusia tidak pernah lepas dari salah dan khilaf. Terlebih dalam interaksi antar sesama, sering kali tanpa sadar kita menyakiti, menzalimi, atau merugikan saudara kita, baik dalam bentuk ucapan, perbuatan, maupun sikap. Oleh karena itu, Islam mengajarkan pentingnya meminta maaf dan memohon kehalalan kepada sesama manusia.

Sebab dosa yang berkaitan dengan hak sesama (ḥuqūq al-‘ibād) tidak cukup hanya dengan taubat kepada Allah, tetapi harus disertai dengan kerelaan dan maaf dari orang yang kita zalimi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا، فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ، مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ، أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ

(رَوَاهُ الْبُخَارِي)

Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, hendaklah ia meminta kehalalannya sekarang. Karena (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham. Sebelum diambil dari kebaikannya untuk diberikan kepada saudaranya. Jika tidak memiliki kebaikan, maka dosa saudaranya akan dipindahkan kepadanya. (HR. Bukhari)

Lebih dari itu, Allah akan mencurahkan rahmat-Nya kepada hamba yang berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Rasulullah ﷺ bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ عَبْدًا كَانَتْ لِأَخِيهِ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ فِي عِرْضٍ أَوْ مَالٍ، فَجَاءَهُ فَاسْتَحَلَّهُ قَبْلَ أَنْ يُؤْخَذَ مِنْهُ

(رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ)

Semoga Allah merahmati seorang hamba yang memiliki kezaliman terhadap saudaranya, baik dalam kehormatan atau harta, lalu ia datang meminta kehalalannya sebelum datang hari pembalasan. (HR. Tirmidzi)

Hakikatnya, setiap manusia tidak luput dari dosa. Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

(رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه)

Setiap anak Adam pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang banyak bertaubat.(HR. Ibnu Majah)

Bahkan Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Dia mencintai orang-orang yang bertaubat:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.

Maka, mengakui kesalahan dan meminta maaf bukanlah aib. Ia bukan tanda kehinaan, melainkan bukti ketundukan kepada Allah dan keluhuran akhlak seorang hamba. Justru sikap tersebut akan mendatangkan rahmat dan cinta Allah SWT.

Apalah artinya mempertahankan ego hingga enggan meminta maaf? Untuk apa menunda, sementara umur tidak pernah memberi jaminan? Bukankah rahmat Allah jauh lebih berharga daripada gengsi dan rasa malu?

Rasulullah ﷺ kembali mengingatkan:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ، قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلِمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ، أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

(رَوَاهُ الْبُخَارِي)

Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, baik dalam kehormatan atau harta, hendaklah ia meminta kehalalannya hari ini, sebelum datang hari di mana tidak ada dinar dan dirham.(HR. Bukhari)

Inilah esensi dari tradisi halal bihalal dalam Islam. Ia bukan sekadar budaya, tetapi memiliki landasan syar’i yang kuat: membersihkan diri dari dosa antar sesama manusia.

Ungkapan yang sering kita ucapkan saat Idul Fitri:

مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ

Berasal dari doa:

جَعَلَنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ

Semoga Allah menjadikan kami dan kalian termasuk golongan yang kembali (kepada fitrah) dan golongan yang beruntung.


Halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan jalan mulia untuk menyempurnakan ibadah dan membersihkan hati. Di momen Idul Fitri ini, mari kita tanggalkan ego, saling memaafkan, dan mengikhlaskan segala kesalahan.

Semoga dengan itu, kita benar-benar kembali suci dan termasuk golongan yang meraih kemenangan di sisi Allah SWT.

Posting Komentar

Footer Ad

Footer Ad

Contact form