![]() |
| Noval. Santri Sukamaju |
Curhat Santri Teluk Batang : Pesona Desaku Tak Seindah Kenyataan
Oleh Noval Sukamaju
Tepat pukul 06.00, aku terbangun diiringi suara ayam berkokok yang seolah bernyanyi membangunkan orang-orang yang masih terlelap dalam mimpi. Terlihat pula burung-burung keluar dari sarangnya, terbang mencari sesuap makanan. Dari ufuk timur, sang surya menyapa dengan malu-malu, perlahan menampakkan cahayanya. Sungguh indah ciptaan Tuhan yang tiada duanya. Aku pun melangkah menuju pintu rumah, menyaksikan orang-orang berlalu lalang demi mencari nafkah.
Inilah desaku, Desa Teluk Batang, yang begitu indah, sejuk, dan nyaman. Salah satu keindahannya adalah pepohonan yang tumbuh rindang, serta deretan pohon sawit yang berjajar rapi di sepanjang jalan. Mata pencaharian masyarakat di desaku pun beragam; ada yang menjadi petani, penoreh karet, dan sebagian lainnya bekerja di perkebunan sawit.
Namun, ada hal yang masih menjadi kekurangan. Jalan di desaku belum seindah jalan di desa-desa lain. Banyak lubang yang menghiasi permukaannya. Saat hujan, jalan berubah menjadi genangan air, sementara di musim kemarau, debu beterbangan mengganggu perjalanan. Meski demikian, hal itu tidak menggoyahkan semangat kami. Bagi kami, mencari nafkah demi kehidupan adalah hal yang utama.
Sungguh, desaku adalah tempat yang sangat aku cintai, tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Selain suasananya yang sejuk dan damai, pemandangannya pun begitu indah dan menenangkan hati. /Noval
