Top Header Ad

Tausiyah Ramadhan, Pelabuhan Perikanan Teluk Batang

 

Ust. Amirudin, HS Sekretaris PCNU Kabupaten Kayong Utara 

Tausiyah Ramadhan Pelabuhan Perikanan Teluk Batang

Teluk Batang – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan Buka Bersama Keluarga Besar Pelabuhan Perikanan Pantai Teluk Batang. Dalam kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Amiruddin, HS Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kayong Utara pada hari kamis 05 maret 2026.

Keluarga Besar Pelabuhan Perikanan Pantai Teluk Batang 

Dalam taushiyahnya, Ust. Amir mengawali dengan mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang sering kali luput dari kesadaran.

“Di antara nikmat besar yang harus kita rawat adalah nikmat tinggal di Indonesia yang aman dan damai. Dengan kondisi negara yang aman, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan tenang, melaksanakan shalat, puasa, serta berbagai aktivitas keagamaan tanpa gangguan".

Selain itu, beliau juga menekankan bahwa salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah ditutupinya aib-aib kita di hadapan makhluk lain.

“Seandainya Allah membuka aib kita, tentu kita tidak akan mampu berdiri tegak di tengah masyarakat. Maka ini nikmat yang luar biasa yang wajib kita syukuri,” tambahnya.

Pada poin kedua, Ustadz Amiruddin menjelaskan bahwa salah satu syarat wajib puasa adalah berakal. Artinya, syariat Islam ditujukan kepada orang-orang yang memiliki akal sehat. Karena itu, seorang Muslim yang tidak menjalankan syariat sejatinya telah mengabaikan fungsi akalnya sebagai anugerah dari Allah SWT.

Memasuki poin ketiga, beliau membacakan hadis Rasulullah :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

«الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ، مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ، قَالَ: فَيُشَفَّعَانِ»

Beliau menjelaskan bahwa puasa dan Al-Qur’an kelak akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, “Ya Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkan aku memberi syafaat untuknya.” Al-Qur’an pun berkata, “Aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafaat untuknya.” Maka keduanya pun diberi izin untuk memberi syafaat.

Pada poin keempat, beliau menerangkan makna puasa sebagai al-imsak, yaitu menahan diri dari sesuatu yang pada asalnya halal, seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri. Namun ketika masuk waktu puasa, semua itu menjadi haram hingga waktu berbuka. Di sinilah letak pendidikan spiritual puasa: melatih kepatuhan total kepada perintah Allah SWT.

Mengakhiri tausiyahnya, Ustadz Amiruddin menyampaikan beberapa hikmah puasa. Di antaranya adalah mendorong semangat berbagi kepada sesama, menumbuhkan kasih sayang terutama kepada kaum dhuafa yang merasakan lapar setiap hari, serta meredam emosi sehingga seorang Muslim mampu mengendalikan amarah dan hawa nafsunya.

Kegiatan buka bersama tersebut berlangsung penuh khidmat dan diakhiri dengan doa bersama, dengan harapan Ramadhan kali ini benar-benar menjadi momentum peningkatan iman, takwa, serta kepedulian sosial bagi seluruh keluarga besar Pelabuhan Perikanan Pantai Teluk Batang. /CH

Posting Komentar

Footer Ad

Footer Ad

Contact form